Selasa, 08 September 2020

Emang Gue Pikirin

Sebuah kebohongan ketika seseorang mengaku sudah mencapai tahapan makrifat tetapi yang dipikirkan, dibicarakan, ditulis dan dilakukan setiap hari adalah selain yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah.

Begitu juga dengan kebahagiaan, adalah sebuah kebohongan jika seseorang mengaku bahagia tetapi dirinya masih sibuk dengan kehidupan orang lain, sibuk menilai kebahagiaan orang lain bahkan tidak suka dengan kebahagiaan orang lain.

Karena sesungguhnya orang bahagia itu sudah sibuk dengan kebahagiaannya sendiri. Sibuk dalam beraktivitas dan mencari hal-hal yang membahagiakan dirinya. Ibarat dunia mau hancur berantakan sekalipun, dia hanya akan berkata, “Emang gue pikirin..!”

"Emang gue pikirin" dalam konteks ini adalah fokus pada perkembangan diri sendiri tanpa membanding-bandingkan orang lain. Tidak mementingkan komentar miring dari orang-orang sekitarnya.

* Mawāqi’ al-Nujūm wa Maṭāli’ Ahillati al-Asrār wa al-‘Ulūm karya Al-Syaikh al-Akbar ibn ‘Arabī

Selasa, 11 Agustus 2020

A Whole New Mind


Buku ini ditulis oleh Daniel H. Pink seorang penulis dari Amerika yang sudah menulis 6 buku dan empat diantaranya adalah buku dengan penggemar terbanyak. A Whole New Mind di terbitkan pada tahun 2005 kemudian dialih bahasa indonesiakan pada tahun 2007. Buku ini dialih bahasakan oleh Rusli dan di terbitkan oleh penerbit tHINK Jogjakarta. Terdapat dua bagian dalam buku ini dimana bagian satu adalah era konseptual dan bagian dua dalah enam kecerdasan. Era saat ini adalah era Informasi yang mengedepankan kelogisan, linear mirip seperti komputer. Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang ingin bertahan hidup dan berkembang yang sedang muncul ini. Orang-orang yang gelisah dengan karirnya dan tidak puas dengan kehidupannya, para pengusaha dan pimpinan bisnis yang berkeinginan besar melewati gelombang berikutnya, para orang tua yang ingin melengkapi anak-anaknya demi masa depan mereka serta sejumlah orang yang memiliki kecerdikan emosional dan kreatifitas yang kemampuan-kemampuan khususnya seringkali dianggap remeh dan dilupakan oleh era saat ini. 

Dalam buku ini, disuguhkan enam kecerdasan penting yang disebut the six sense oleh Daniel. Enam kecerdasan ini, merupakan dasar ketergantungan bagi setiap kesuksesan profesi dan kepuasan pribadi. Desain, cerita, simponi, empati, permainan, makna. Yang sebenarnya adalah kemampuan – kemampuan manusia secara alamiah. Saat ini, kita sedang memasuki era baru dimana era yang membutuhkan pemikiran yang berbeda dan satu cara hidup yang baru, dengan suatu hal yang sangat menghargai kecerdasn-kecerdasan yang disebut dengan high concept (konsep luhur) dan high touch (sentuhan tingkat tinggi). High concept mencakup kapasitas untuk mendeteksi pola-pola dan peluang-peluang, menciptakan keindahan artistic dan emosional, menyusun narasi yang memuaskan, dan menggabungkan gagasan-gagasan yang tampak tidak berhubungan ke dalam sesuatu yang baru. Sedangkan high touch meliputi kemampuan untuk bersikap empati terhadap yang lain, memahami seluk beluk interaksi manusia, menemukan kesenangan dalam diri seseorang dan memasukkannya kepada yang lainnya, dan melewati keseharian dalam mencari tujuan dan makna.

Otak manusia terbagi menjadi dua belahan yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Belahan otak sebelah kiri adalah berurutan, logis, dan analitis. Sedangkan belahan otak sebelah kanan adalah non-linear, intuitif dan holistik. Kemampuan-kemampuan otak kiri yang memperkuat era informasi yang sangat penting namun tidak memadai. Dan kemampuan-kemampuan yang pernah diremehkan oleh orang-orang ada dalam kapasitas otak kanan seperti halnya kreatif, empati, bahagia dan bermakna yang nantinya akan menentukan siapakah orang yang dapat berkembang dan siapakah yang nantinya akan menggelepar.

Bagian pertama yaitu era konseptual dengan memaparkan gagasan umum yang inspiratif dengan memberikan gambaran umum tentang perbedaan-perbedaan penting antara belahan otak kiri dan kanan. Otak tersusun dari 100 milyar sel, yang masing-masing sel tersebut menghubungkan dan berkomunikasi sampai dengan 10.000 kolega-koleganya. Secara bersama-sama sel-sel tersebut membentuk jaringan yang luas dan menuntun bagaimana kita berbicara, makan, bernapas dan bergerak. Namun karena kompleksitas otak, topografinya menjadi sederhana dan simetris. Para ilmuwan telah membagi otak ke dalam dua wilayah dan kedua wilayah tersebut benar-benar sangat berbeda dalam kinerjanya. Sisi kiri adalah bagian atau belahan yang paling penting sekali dan belahan yang membuat kita menjadi manusia. Sedangkan sisi kanan adalah  atau bersifat tambahan yaitu tahap perkembangan yang lebih awal. Belahan bagian kiri itu rasional, analitis dan logis. Belahan otak kanan lebih bersifat diam, tidak linear, dan nauriah (organ tubuh yang dirancang untuk proses pengembangan.

Melalui penelitian yang panjang,dapat disimpulkan kepada empat garis besar diantaranya adalah:

Belahan otak sebelah kiri mengontrol bagian tubuh sebelah kanan; belahan otak sebelah kanan mengontrol bagian tubuh sebelah kiri.

Belahan otak sebelah kiri bersifat berurutan; belahan otak kanan bersifat simultan.

Belahan otak sebelah kiri mengkhususkan pada teks; belahan otak sebelah kanan pada konteks.

Belahan otak sebelah kiri menganalisa rincian-rincian; belahan otak sebelah kanan mensintesiskan keseluruhan prespektif tentang sesuatu.


Bagian selanjutnya adalah enam kecerdasan yang harus dimiliki pada era konseptual. Pada era konseptual, kita perlu melengkapi penalaran yang diarahkan otak kiri dengan menguasai enam kecerdasan penting yang diarahkan oleh otak kanan. Secara bersama-sama, enam kecerdasan high concept, high touch ini dapat membantu mengembangkan sebuah pikiran yang benar-benar baru yang dituntut oleh era baru ini. Enam kecerdasan itu diantaranya:

Tidak hanya fungsi tetapi juga DESAIN.

Tidak hanya argument namun juga CERITA.

Tidak hanya fokus tetapi juga SIMPONI.

Tidak hanya logika tetapi juga EMPATI.

Tidak hanya keseriusan namun juga PERMAINAN.

Tidak hanya akumulasi tetapi juga MAKNA.


Desain. Cerita. Simponi. Empati. Permainan. Makna. Merupakan enam kecerdasan yang akan membimbing kehidupan kita dan membentuk dunia kita. Ke enam kecerdasan tersebut adalah atributatribut manusia. Atribut-atribut ini dapat dilakukan di luar dari motivasi. Namun ke enam kecerdasan ini ada dalam diri kita sendiri yang harus di asah untuk menghadapi era sekarang.


Oleh: Vika Rachmania Hidayah

Sumber gambar: mizanstore.com


Senin, 23 Maret 2020

Virus Corona?

Ada apa dengan virus Corona?

(Sumber gambar: kompas.com)

Baikklah, kali ini saya akan membahas tentang virus corona yang sedang ngehits diseluruh dunia ehehe.. Kau tau teman-teman? Virus Corona ternyata telah mengajarkan kita agar kita tidak sombong dan congkak. Iya, iya saya tau bahwa manusia adalah ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Tapi manusia itu terlalu lupa jika hidupnya selalu berdampingan dengan makhluknya Allah lainnya yang sama-sama diberikan rohman dan rohimnya. 

Virus merupakan makhluk peralihan artinya jika virus tidak menempel di sel inang maka ia mati, namun jika menempel pada sel inang, virus tersebut akan hidup dan beregenerasi menjadi bertambah banyak. Virus mempunyai ukuran sekitar 0,1 mikrometer, sedangkan manusia dewasa rata-rata berukuran 1,6 meter. Virus itu merupakan subseluler artinya lebih kecil dari satu sel, sedangkan manusia tubuhnya terdiri hampir 100.000.000.000 sel. Tapi jangan salah teman-teman, virus itu meskipun lebih kecil dari sel tetapi kehebatannya perlu kita acungi jempol. Dengan tubuhnya yang merupakan subseluler, virus mampu mengambil alih kendali mesin sel yang ada di tubuh kita. Dan saat itu, virus akan membuat salinan DNA dan RNAnya dan membuat protein virus di dalam tubuh yang nantinya akan menyalin dirinya sendiri menjadi semakin banyak dan dapat menginfeksi seluruh tubuh yang dihinggapi virus tersebut. 

Lantas apasih virus corona itu? Virus corona adalah sekumpulan virus dari subfamily Orthocoronavirinae masuk dalam keluarga Coronaviridae dan Ordo Nidovirales. Kelompok virus ini adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Virus ini sangat luar biasa sekali, dan wabah yang sekarang terjadi merupakan masalah serius. Virus corona ini adalah virus beramplop dengan genom RNA utas tunggal plus dan nukleokapsid berbentuk heliks simetris. Jumlah genomnya itu berkisar 27-34 pasangan basa, dan ini adalah terbesar diantara virus RNA lainnya. Dan apakah kamu tau? Virus RNA merupakan virus dengan tingkat mutasi lebih tinggi dari virus DNA.

“Tapi vik, semua itu sudah diatur sama Allah. Jadi ya udah sih ngga usah dipikir pusing. Yang penting berdoa aja terus agar Allah selalu melindungi kita.” Oh… kamu itu orang Jabariyah ternyata (menyerahkan total semuanya kepada Allah tanpa usaha). “Hah? Jabariyah? Jabariyah itu apa?” Jadi, Jabariyah adalah aliran yang memiliki paham bahwa kita sebagai manusia harus menerima atas hidup yang sudah ada pada qada’ qadar yang sudah ditulis di lahul Mahfud. Pendiri Jabariyah adalah Jaham bin Shofwan, beliau berpendapat bahwa setiap hidup manusia sudah ditentukan oleh takdir dan manusia terpaksa untuk menerimanya. Manusia hanya bisa menerima keadaan dan tanpa memiliki pilihan ataupun usaha dalam hidupnya. “Kalo aku sih bodoamat vik.. Tetep berpergian kemana aja. Ya, anggep aja liburan mumpung kuliah online ngga tatap muka ahahah” Oh… kamu itu orang Qadariah (free-will) ternyata yah.. "Qadariah apa vik?" Nah jadi Qadariah adalah aliran yang menganggap bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya tidak melibatkan Allah SWT.

Tolong deh.. ini itu masalah serius. Virus corona ini mudah menulari siapa saja yang dihinggapnya. Untuk menginfeksi, virus corona ini menggunakan lapisan protein berbentuk tanduk yang runcing (spike) guna mengikat membran sel inang dengan mengaktivasi enzim furin. Analisis genom dari SARS-CoV-2 telah mengungkapkan bahwa protein lapisan tanduk yang bisa mengaktivasi furin ini membedakannya dengan kerabat dekat mereka yang memicu SARS ataupun MERS. Masalahnya, furin banyak ditemukan dibanyak jaringan manusia, termasuk paru-paru, hati, dan usus kecil. Dan Li Hua, ahli biologi structural di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Wuhan, China berkata “Ini berarti virus corona berpotensi menyerang banyak organ” dengan melihat pernyatan tersebut, maka kita dapat mengerti bahwa virus ini sangat berbahaya untuk tubuh kita. Jadi, jangan sok-sokan kuat, sok-sokan masih muda masih mempunyai system imun yang bagus, jangan sok-sokan hebat. Tapi juga jangan pasrah-pasrah saja anggap semua ini sudah takdir tanpa kita berusaha untuk menekan wabah virus ini.

Seharusnya yang kita lakukan saat ini adalah tetap berusaha menjaga diri agar tidak terpapar virus tersebut dan berdoa agar selalu dilindungi oleh Allah SWT. Yang katanya aswaja harusnya ngerti, Aswaja itu berimbang ditengah-tengah. Doa dan ikhtiar (usaha) berjalan beriringan jangan sampai timpang sebelah. Jangan hanya pasrah-pasrah saja berserah diri pada Allah dan melalaikan berikhtiar (berusaha). Lantas apa saja yang dapat kita lakukan untuk menekan persebaran virus corona tersebut? Menurut WHO (World Health Organization) cara mencegah penularan virus corona adalah dengan menerapkan hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan. Diantaranya adalah cuci tangan sesering mungkin, terapkan social distancing, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, dan jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas segeralah berobat. Selain itu, kita juga jangan hanya percaya ikhtiar (usaha) semata sehingga menafikkan pentingnya doa. 

Karna apa? “Kecangihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan dapat mengetahui hebatnya virus ketika sedang bekerja. Tapi kecanggihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan tidak dapat mengetahui kedahsyatan doa ketika bekerja” jadi tetaplah berdoa. Ikhtiar (usaha) dan tawakal (berdoa) harus proporsional ya teman-teman, jangan terlalu kepedean. Yang kita hadapi adalah makhluk subseluler yang hanya bisa dilihat menggunakan mikroskrop elektron tapi dapat merenggut nyawa seseorang. Jadi jangan sombong dan congkak sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna sejagad raya ini. Tetaplah rendah hati dan jangan lupa bersyukur ehehe

Terimakasih sudah membaca :)
Silahkan komentarnya..

Ditulis oleh: Vika Rachmania Hidayah 🌸

Senin, 27 Januari 2020

Menjadi Guru, Sahabat dan Orangtua

Guru adalah sosok yang mengajarkan banyak hal kepada kita. Tidak dapat dipungkiri, bahwa keberadaan guru sangatlah mempengaruhi diri kita selama bersekolah. Guru yang menyenangkan sangatlah didambakan oleh semua siswa. Sehingga dalam pembelajaran, siswa dapat menerima materi yang diajarkan dengan baik dan dengan kondisi psikologi yang baik pula. Guru harus dapat memposisikan diri menjadi tiga posisi penting dalam kegiatan belajar anak diantaranya adalah sebagai guru, sebagai sahabat dan sebagai orangtua.

Berdasarkan psikososial menurut Heru Kurniwan (2017) ketiga hal tersebut menjadi syarat utama untuk menjadi guru. Syarat tersebut antara lain sebagai berikut:

(1) Dalam proses tumbuh kembangnya, secara psikososial, anak membutuhkan tiga sosok penting yang membantu proses tumbuh kembangnya, yaitu orangtua dalam kehidupan keluarga, sahabat atau teman dalam kehidupan pertemanan dan guru dalam kehidupan di sekolahnya.

(2) Dalam kehidupan sehari-harinya, anak-anak juga akan belajar pada tiga ruang sosial utama, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan teman. Di ketiga ruang sosial ini, anak-anak sangat membutuhkan dampingan orangtua, guru dan teman-temannya.

(3) Dalam kehidupan budayanya, anak-anak akan selal belajar pola kehidupan budaya dari ketiga ruang sosial itu, yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan pertemanan sebagai ruang budaya untuk proses internalisasi nilai, budaya, dan pola-pola perilaku anak.

Dokumentasi Pribadi

Ketika guru memposisikan diri sebagai guru, maka guru harus mampu melaksanakan tugasnya dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah dengan kreatif. Guru bisa membuat perencanaan-perencanaan dan persiapan pembelajaran yang kreatif. Guru yang dapat melaksanakan kegiatan penilaian pembelajaran dan dapat berhasil serta sukses dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. 

Pembelajaran idealnya adalah pembelajran menyampaikan materi ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan kehidupan anak yang disampaikan secara komunikatif dan menyenangkan sehingga mampu diperankan oleh anak secara partisipatif dan aktif untuk mencapai ketuntasan belajar yang diinginkan. Dengan dasar ini, maka pembelajaran terkait dengan komunikasi yang intesif antara guru dengan anak yang melibatkan berbagai lingkungan.

Kemudian posisi guru selanjutnya adalah ketika sebagai orangtua. Terdapat istilah yang mengatakan bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Artinya adalah, selain di rumah, di sekolah juga anak-anak harus mendapatkan perlakuan yang baik dari gurunya layaknya orangtua terhadap anaknya. Guru harus memberikan kasih sayang dalam mendidik dan membimbing anak-anak dengan baik.

Guru harus bisa dekat dengan anak-anak sehingga anak-anak sangat menyayangi gurunya, layaknya anak-anak menyayangi oragtuanya. Implikasinya, sosok guru sebagai orangtua akan membawa tugas agar dapat mengembangkan pembelajaran berbasis keluarga. Guru harus mampu menciptakan suasana kekeluargaan dalam pembelajaran. Anak-anak diajar dengan suasana penuh kasih sayang dan bimbingan.  Suasana belajar dikelas harus menyenangkan dan penuh dengan keakraban dan kekeluargaan sehingga anak tidak tertekan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Guru dalam posisi sebagai orangtua akan mendasari pembelajarannya dengan kesadaran kasih sayang layaknya orangtua pada anak-anaknya, sehinggadalam proses pembelajaran akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Dokumentasi Pribadi

Posisi yang terakhir dalam pembahasan kali ini adalah sosok guru yang memposisikan diri sebagai sahabat.  Selain dapat berperan menjadi guru dan orangtua, guru juga harus dapat berperan menjadi sahabat bagi anak-anak. Sebab, konteks pertemanan dan persahabatan inilah anak-anak akan terbuka dalam mengekspresikan keinginan, hobi, kesenangan, bakat, sampai pada persoalan yang sedang dihadapinya. Oleh karena itu, guru harusmengetahuinya sehingga guru bisa berperan aktif dalam mengatasi persoalan yang dihadapi anak atau guru mampu mengembangkan bakat dan minat yang menjadi hobi anak-anak. 

Pendekatan persahabatan, dapat menjalin komunikasi yang baik dan interaksi yang nyaman dalam belajar. Anak-anak nantinya akan lebih antusias jika guru tersebut mempunyai hubungan yang baik dan dekat dengan mereka. Sehingga meraka akan bersungguh-sungguh dalam belajar untuk membuktikan bahwa dirinya adalah sahabat yang baik dan pintar untuk gurunya.

Dengan penjabaran diatas maka dapat kita ketahui bahwa peran guru sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak dalam proses pembelajaran di sekolah. Sebaik-baiknya guru adalah guru yang dapat memposisikan dirinya dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, nyaman, komunikatif dan berkarakter.

Artikel ditulis oleh: Vika Rachmania Hidayah
Referensi: Kurniawan,Heru. 2017. Sekolah Kreatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Jumat, 24 Januari 2020

Perempuan Muslim Progresif?

Ditulis Oleh: Vika Rachmania Hidayah

“Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya” (Buya Hamka)

Berkaitan dengan perkembangan zaman, masyarakat sekarang membutuhkan peran  perempuan dalam segala aspek, pendidikan, sosial ekonomi, hukum, politik, dan lainlain. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh tuntutan bangsa-bangsa atas nama masyarakat global bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan bagaimana bangsa tersebut peduli dan memberi akses yang luas bagi perempuan untuk beraktifitas di ranah publik. Perempuan merupakan sosok istimewa dari pada laki-laki. 

Menurut Imam Khomaeni ra, menyatakan bahwa “Perempuan adalah eksistensi yang mampu menghaturkan pribadi-pribadi yang unggul kepada masyarakat, sehingga masyarakat tersebut menjadi sebuah masyarakat yang kokoh dan masyarakat yang menjunjung norma-norma agama…” Isu-isu mengenai kiprah perempuan di ranah publik nampaknya tidak pernah absen dalam perbincangan. Hal ini dikarenakan pandangan masyarakat terhadap perempuan merupakan warga kelas dua atau pelengkap laki-laki sehingga kiprahnya di ranah publik masih kerap kali dipandang sebelah mata. Perempuan dalam panggung sejarah manusia, selalu diposisikan minor dan dipandang negatif oleh struktur budaya, praktek, dan peradaban. Hanya sedikit masyarakat di belahan dunia ini yang memberikan ruang yang baik bagi perempuan. Dominasi laki-laki terhadap perempuan adalah realitas yang hidup dalam hampir setiap elemen masyarakat.

Ide-ide normatif Islam membawa nilai-nilai keadilan dan kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan, tetapi pada realitasnya atau praktek dilapangan sering menunjukan hal yang sebaliknya. Agama sering kali tampil dalam pandangan dunia laki-laki dengan meletakkan perempuan sebagai objek. Pemaksaan syari’at Islam terhadap perempuan sering ditemukan pada masyarakat Islam yang ‘extrem kanan’. Kebanyakan dari mereka tidak diberi kesempatan untuk menyuarakan hak-haknya, bahkan yang menyangkut persoalan mereka sendiri. Padahal dalam masa Nabi Muhammad SAW -yang merupakan masa ideal Islam- perempuan mempunyai ruang lebih dalam menunjukkan keterlibatan dalam dunia sosialnya. Mereka terlibat aktif dalam memformulasikan nilai-nilai agama. Tak ada kaidah-kaidah agama, terutama yang berhubungan dengan mereka yang ‘jadi’ tanpa dialog dengan mereka. Di masa tabi’in dan tabi-tabi’in, peneliti Islam kotemporer menemukan banyak fakta tercecer tentang beberapa ilmuwan perempuan yang menjadi guru bagi pendiri mazhab besar dalam Islam. Rumah mereka telah menjadi sumber bagi perkembangan tradisi keilmuan Islam saat itu. Sejarah juga tak bisa memungkiri kecemerlangan beberapa ratu dalam pemerintahan Islam abad pertengahan.

Bagaimana caranya mejadi perempuan muslim yang progresif? Apa saja ciri-ciri perempuan muslim progresif itu? Dalam jurnal eL-Tarbawi yang berjudul “Pemikiran dan Gerakan Muslim Progresif” Noor (2006: 150-151) menjelaskan beberapa karakteristik menonjol  yang dapat dimiliki oleh muslim progresif diantaranya: 1) Mereka mengadopsi pandangan bahwa beberapa bidang Islam tradisional membutuhkan perubahan dan reformasi substansial dalam rangka menyesuai kan dengan kebutuhan masyarakat muslim saat ini. 2) Mereka cenderung mendukung akan perlunya fresh ijtihad (pemikiran yang segar) dan metodologi baru dalam ijtihad untuk menjawab permasalahan-permasalahan kontemporer. 3) Beberapa di antara mereka juga mengkombinasikan atau mengintegrasikan secara kreatif warisan kesarjanaan Islam tradisional dengan pemikiran Barat modern. 4) Mereka secara penuh optimis dan teguh berkeyakinan bahwa dinamika dan perubahan sosial, baik pada ranah intelektual, moral, hukum, ekonomi atau teknologi, dapat direfleksikan dalam Islam. 5) Mereka tidak merasa terikat pada dogmatisme atau mazhab dan teologi tertentu dalam pendekatan kajiannya. 6) Mereka lebih meletakkan titik tekan pemikirannya pada berbagai isu keadilan sosial, keadilan gender, HAM dan relasi yang harmonis antara Muslim dan non-Muslim.

Islam membutuhkan muslim yang berwawasan luas dan muslim yang mempunyai kedalaman pengetahuan. Bukan hanya sebatas muslim yang menonjolkan simbol-simbol namun tumpul kedalam. Islam membutuhkan muslim yang progresif adanya muslim yang progresif  bertujuan untuk merumuskan islam yang dapat menjadi referensi dasar bagi terciptanya masyarakat berkeadilan yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, meratanya nuansa kerahmatan dan kebijaksanaan, serta terwujudnya kemaslahatan bagi seluruh umat manusia. Dengan kata lain kehadiran Islam Progresif merupakan suatu rumusan baru Islam yang sesuai dengan kehidupan demokrasi. Di dalam pemikiran Islam seperti ini semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama dan memperoleh perlakuan yang adil, kaum minoritas dilindungi dan dijamin hak-haknya secara setara.

Oleh karena itu, transformasi Islam dalam pandangan Islam Progresif adalah identik dengan sosial kemanusiaan Islam dan Demokrasi, selain akan mengantarkan  Islam dapat diterima oleh semua kalangan, juga kompatibel dengan kehidupan demokrasi. Dengan demikian nalar  pembentukan Islam Progresif berperspektif demokrasi, pluralisme, dan HAM. Menurut Turabi (1956) dalam bukunya yang berjudul “Yusr al-Islam wa Usul at-Tasri’ al-Am” Islam sekarang ini harus mengakomodasi dan mencerminkan kesetaraan, keadilan, kemanusiaan, dan menjamin kemaslahatan. Berpangkal tolak dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip dasar Islam perlu mengapresiasi pluralisme (ta’addudiyah), nasionalitas (muwatanah), penegakan HAM ((iqamat al-huquq alinsaniyah), demokrasi (dimuqratiyah), kemaslahatan (maslahat), dan kesetaraan gender (al-musawah al-jinsiyah). Sedangkan alur penafsiran ajaran Islam seperti ini adalah Alquran & al-Hadis, kemaslahatan, maqasid al-syari’ah, dan akal publik. 

Perempuan adalah pilar sebuah bangsa, kata-kata tersebut selayaknya harus diperjuangkan untuk menjunjung eksistensi perempuan sebagai makhluk yang istimewa. Oleh karena itu, sudah sepatutnya menjadi perempuan muslim yang progresif dengan terjun ke masyarakat untuk ikut andil dalam masyarakat dengan menyuarakan kemanusiaan dan keadilan.

Referensi:
Yusdani. 2015. Pemikiran dan Gerakan Muslim Progresif. Jurnal eL-Tarbawi. Volume VIII 
No. 2. UII
Turabi, Hasan.1956. Yusr al-Islam wa Usul at-Tasri’ al-Am. Kairo: Mathba’ah Nahdah Mishr.

Selasa, 14 Januari 2020

Gunung Budheg (Wisata Alam)

Gunung Budheg
Tulungagung

Dokumentasi Pribadi pada 7 Januari 2020

Hallo semuanya..

Kali ini aku akan menceritakan perjalananku menuju puncak gunung Budheg. Gunung Budheg merupakan tempat wisata ke 6 yang berhasil aku sambangi selama aku berkunjung ke Tulungagung. Gunung Budheg ini berlokasi di Desa Tanggung, Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Tingginya hanya 585 mdpl. Meskipun tidak terlalu tinggi, medan untuk mencapai puncaknya sangatlah terjal dan menantang adrenalin. Pada saat itu aku naik ke Gunung Budheg sekitar pukul 17.00 WIB. 

Saat aku mulai naik menelesuri jalur pendakian, aku sudah pesimis untuk dapat mencapai ke puncak. Jalanya yang dipenuhi dengan batu-batu besar sehingga membuat tenaga terkuras lebih banyak dari biasanya. Menurut beberapa orang yang sudah mendaki gunung ini, mereka butuh waktu 30 menit sampai 1 jam untuk mencapai puncak gunung ini. Namun saat aku mendaki gunung tersebut, aku hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk mencapai puncaknya. Mungkin jam yang aku gunain berhenti beberapa menit sehingga aku terlihat sangat cepat untuk mencapai puncak Gunung Budheg hehe.. 

Konon menurut cerita legenda rakyat disana, Gunung Budheg merupakan tempat pertapaan seorang jejaka yang bernama Joko Budeg. Cerita ini bermula dari Joko Budeg yang jatuh cinta kepada putri keturunan keluarga Ningrat yang bernama Roro Kembangsore. Perbedaan status sosial menjadikan Joko Budeg mengalami kesulitan untuk mendapatkan Roro Kembangsore. Tetapi dengan kegigihan Joko Budeg lambat laun Roro Kembangsore pun menerima lamaran dari Joko Budeg. Roro Kembangsore mau menerima lamaran Joko Budeg dengan persyaratan apabila Joko Budeg bersedia bertapa 40 hari 40 malam di sebuah bukit, beralaskan batu dan memakai tutup kepala “cikrak” (alat untuk membuang sampah di Tulungagung) sambil menghadap ke Lautan Kidul. 

Singkat cerita setelah sudah 40 hari 40 malam Roro Kembangsore menemui Joko Budeg ditempat pertapaannya. Merasa iba ketika melihatnya, Roro Kembangsore membangunkan Joko Budeg dari pertapaanya tetapi tidak bergerak sama sekali. Saat itu Roro Kembangsore merasa jengkel dan keluarlah kata-kata yang cukup keras “ditangikke kok mung jegideg wae, koyo watu” jika dibahasa indonesiakan “dibangunkan kok diam saja seperti batu” seketika muncullah fenomena alam dan mengubah Joko Budeg menjadi batu. Dengan peristiwa tersebut maka bukit yang digunakan untuk bertapa Joko Budeg dinamakan “Gunung Budheg”. 

Mendengar cerita tersebut logikaku tidak bisa menerima. Bagaimana bisa manusia menjadi batu dalam wakti segejap? Akal nalarku tidak bisa menangkap dan menerima kisah tersebut. Sehingga aku hanya bisa percaya meskipun tidak dapat meyakini kebenaran kisah tersebut. Tetapi cerita hanyalah cerita. Kisah hanyalah kisah yang didalamnya pasti mempunyai makna bahwa ketika kita mencintai seseorang ataupun menginginkan sesuatu kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. 

Beralih ke kata Budheg, menurut penuturan Bapak Agus yang merupakan pengelola dan pendiri wisata Gunung Budheg ini menuturkan bahwa kata Budheg mempunyai filosofi tersendiri. Budheg dapat diartikan sebagai “Budi kang Ajeg” atau jika dibahasa Indonesiakan berarti “Kebaikan yang Berdiri Tegak”. Pa Agus juga menuturkan bahwa seseorang dikatakan berbudi ketika sesorang tersebut berbudaya dan berilmu. Seseorang tersebut akan teguh dengan pendiriannya tanpa mendengarkan celaan atau hujatan dari orang-orang sekitarnya.

Pemandangan ketika dilihat dari atas (3/4 dari puncak Gunung Budheg) Dokumentasi Pribadi pada 7 Januari 2020

Tidak dapat dipungkiri pemandangan yang sajikan oleh Gunung Budheg sagatlah indah. Ketika diatas puncak Gunung Budheg kita bisa melihat panorama 360 derajat Kota Tulungaggung. Saat aku mendaki gunung ini, cuaca sedang tidak mendukung sehingga aku tidak dapat menikmati ndahnya sunset. Minimnya logistic yang aku bawa membuat aku harus sesegera mungkin turun ke bawah sebelum gelap menyapa. Aku turun pukul 17.50 tepat sekali adzan maghrib. Entah kenapa perjalanan yang dilalui olehku terlihat lebih cepat dari pendakian pada umumnya. Tetapi itu tidak ku permasalahkan, bahkan aku bersyukur karena perjalanan ini sungguh menyenangkan dan tanpa membuat kakiku pegal sedikitpun. Setelah sampai dibawah, aku sesegera membersihkan sepatuku yang berlumur lumpur dan sesegera wudhu dan mencari surau atau langgar. Namun, karena minimnya penerangan ditempat wisata Gunung Budheg, akupun menunaikan sholat maghrib di gazebo tempat yang biasa digunakan untuk anak-anak muda Pokdarwis mengadakan perkumpulan.

Tak bosan-bosan aku menawarkan kepada kalian untuk segera merasakan dan menikmati sendiri indahnya dan sensasi ketika mendaki di Gunung Budheg. Selamat berwisata gaess..

Ditulis Oleh : Vika Rachmania Hidayah

Minggu, 12 Januari 2020

Peninggalan Candi Boyolangu

Pandarmaan Gayatri
Dokumentasi Pribadi pada 7 Januari 2020

Hallo semuanya….

Terimakasih untuk kamu yang masih setia membaca tulisanku ini hehehe….

Kali ini aku akan membahas tentang Candi Boyolangu. Tempat ini adalah tempat ke 5 yang sempat disambangi saat aku menjelajahi Tulungaggung.

Kesan awal menginjakan kaki ditempat ini adalah suasanya yang sepi dan senyap karena mungkin saat aku berkunjung adalah jam-jam istirahat sehingga suasananya begitu tentrem. Namun didepan candi terdapat rumah besar yang ternyata digunakan untuk tempat konveksi sehingga membuat suasana senyap itu pecah seketika diganti suara mesin konveksi yang sedang bekerja. Ketika ingin memasuki kawasan candi ini, ternyata pagar terkunci menandakan bahwa aku sedang tidak beruntung saat itu. Tapi tak masalah bagiku, karena dari luar sudah dapat diamati situs Candi Boyolangu yang katanya sebagai pendarmaan Gayatri.

Candi Boyolangu ini berada di Dusun Dadapan, Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Menurut beberapa sumber, candi ini ditemukan oleh masyarakat pada tahun 1914 dalam timbunan tanah. Candi Boyolangu ini merupakan kompleks percandian yang terdiri dari tiga bangunan perwara. Masing-masing bangunannya menghadap ke barat. Candi Boyolangu ini saat ditemukan, kondisi arca sudah rusak meskipun masih terlihat baik tetapi bagian kepala dari arca ini sudah hilang. Para ahli mengemukakan bahwa arca ini adalah wanita Budha yang biasa dikenal dengan nama Gayatri. Gayatri merupakan satu dari keempat anak raja kertanegara (Singosari) yang kemudian diwakili Raden Wijaya (Majapahit). Pada masa hidupnya, Gayatri dikenal sebagai pendeta wanita Budha (Bhiksumi) kerajaan Majapahit dengan gelar Rajapadmi.

Ketika diamati dari pintu masuk yang terkunci
(Dokumentasi Pribadi pada 7 Januari 2020)

Candi Boyolangu ini dibangun pada Zaman Majapahit masa pemerintaha Raja Hayam Wuruk (1358 M s.d 1389 M). Bentuk arca ini menggambarkan perwujudan Dhyani Budha Wairocana dengan duduk diatas padmasanan (singgasana) berhias daun teratai. Sikap tangan arca adalah Dharmacakramudra (mengajar). Badan arca dan singgasananya tertata halus dengan gaya Majapahit. Dalam kitab Kesustraan Negarakertagama karangan Mpu Prapanca (masa Majapahit pemerintahan Raja Hayam Wuruk) sudah dijelaskan  bahwa di Boyolangu terdapat bangunan suci (candi) beragama Budha dengan nama Prajnaparamitapuri.

Kemudian apa yang melatar belakangi candi ini dibangun? Anganku mulai liar dan ingin mencari informasi lebih dalam tentang Candi Boyolangu ini. Jadi pada masa Indonesia kuno, candi dikenal sebagai tempat pemujaan, tempat raja/penguasa yang telah meninggal dimanifestasikan sebagai arca perwujudan yang sekaligus dijadikan sarana pemujaan masyarakat pendukungnya. Sehingga dapat diartikan bahwa tempat tersebut selain berfungsi sebagai tempat pemujaan juga sebagai tempat penyimpanan abu jenazah raja/penguasa. Konon katanya Candi Boyolangu merupakan tempat keramat yang di sekar para pembesar Majapahit setiap bulan Badrapada. Nah, dengan demikian sudah digambarkan jelas bahwa Gayatri merupakan sosok yang berpengaruh sehingga sampai akhir hayatnya selalu dikenang dan dihormati oleh para pembesar Majapahit dan pengikut-pengikutnya.

Aku pun mulai berfikir jika demikian benar adanya, berarti Gayatri merupakan sosok peempuan luar biasa kan? Sebelum adanya gerakan kesetaraan gender bahkan gerakan feminism adanya sosok gayatri sudah menggambarkan bahwa perempuan mempunyai kedudukan yang dapat diagungkan jika memang perempuan tersebut mumpuni. Buat apa kita menuntut kesetaraan gender jika kita saja sebagai perempuan tidak mempunyai tekad untuk meningkatkan kualitas diri? Dari sini akupun dapat mengerti bahwa seseorang dapat di “orang” kan ketika dia memang mempunyai peran yang besar dalam masyarakatnya tidak memperdulikan apakah dia laki-laki ataupun perempuan. Kemudian untuk dapat berperan kita harus seperti apa? pastinya selalu mengasah keterampilan, memperbanyak wawasan pengetahuan dan pastinya dari Gayatri akupun belajar bahwa kita harus selalu taat dan bakti pada yang menciptakan kita. Gayatri merupakan pendeta Budha yang sangat religius. Semuanya terlihat berjalan selaras antara jiwa dan ruhanninya. Sehingga pantas saja jika Gayatri merupakan sosok perempuan yang sangat agung dan dihormati.

Meskipun aku kecewa tidak dapat melihat arca Gayatri secara dekat dan detail, setidaknya aku dapat melihat sosoknya yang luar biasa pada kehidupan masa kerajaan Majapahit. Aura Gayatri begitu kental dan kentara menggambarkan bahwa sosok Gayatri sangatlah cantik dan cerdas. Untuk kamu yang penasaran sangat aku sarankan untuk mengunjungi Candi Boyolangu ini. Hehehe

Terimakasih sudah membaca.
Nantikan perjalananku selanjutnya yahhh

Ditulis Oleh: Vika Rachmania Hidayah

Untuk Informasi lebih lengkapnya bisa dibaca di https://tulungagung.go.id 

Pendidikan Indonesia dalam Penguatan Nilai-Nilai Pancasila

Pendidikan telah menjadi bagian hidup dari setiap orang yang memiliki kedudukan penting. Dalam hal ini mengacu pada kepentingan bagaimana m...