Kamis, 16 Februari 2023

Pelaksanaan Pembelajaran dan Asesmen yang Efektif

Sebelum melaksanakan pembelajaran dan asesmen, mengapa guru perlu mencermati dan memilih capaian pembelajaran sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru mengajar? 

Jawaban: 

Sebelum melaksanakan pembelajaran dan asesmen, guru perlu mencermati dan memilih capaian pembelajaran sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru mengajar karena capaian pembelajaran merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan oleh guru dalam menyusun rencana pembelajaran. Capaian pembelajaran merupakan standar yang harus dicapai oleh peserta didik pada akhir proses pembelajaran. Pemilihan capaian pembelajaran yang sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru mengajar sangat penting karena setiap jenjang sekolah memiliki kurikulum yang berbeda yang menetapkan standar yang harus dicapai oleh peserta didik pada akhir proses pembelajaran. Jika guru tidak memperhatikan capaian pembelajaran yang sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru mengajar, maka peserta didik mungkin tidak akan dapat mencapai standar yang diharapkan dan tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Selain itu, pemilihan capaian pembelajaran yang sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru mengajar juga sangat penting untuk memastikan bahwa peserta didik memiliki dasar yang kuat sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Dengan demikian, pemilihan capaian pembelajaran yang sesuai dengan jenjang sekolah dimana guru mengajar merupakan hal yang penting untuk membantu peserta didik dalam belajar dengan lebih efektif dan meningkatkan hasil/prestasi belajar mereka. 

Apakah yang Anda pahami tentang pembelajaran, dan assessment yang efektif dan keterkaitan antara keduanya? 

Jawaban: 

Pembelajaran adalah proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diinginkan melalui interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran yang efektif adalah proses pembelajaran yang mampu mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan baik, yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai peserta didik. Assessment adalah proses penilaian terhadap hasil belajar peserta didik yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Assessment yang efektif adalah assessment yang mampu menilai hasil belajar peserta didik secara akurat dan obyektif sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Keterkaitan antara pembelajaran dan assessment sangat erat, karena assessment merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. Assessment membantu guru untuk mengetahui sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, sehingga guru dapat memperbaiki dan menyesuaikan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, assessment merupakan alat yang penting bagi guru untuk menilai keberhasilan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil/prestasi belajar peserta didik. 

Mengapa guru perlu merencanakan pembelajaran dan asesmen yang efektif terlebih dulu sebelum melaksanakan pembelajaran paradigma baru? 

Jawaban: 

Guru perlu merencanakan pembelajaran dan asesmen yang efektif terlebih dulu sebelum melaksanakan pembelajaran paradigma baru karena rencana pembelajaran dan assessment merupakan dasar yang penting bagi keberhasilan proses pembelajaran. Rencana pembelajaran yang baik akan membantu guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, rencana pembelajaran yang baik juga akan membantu guru untuk menyusun materi pembelajaran yang tepat sesuai dengankebutuhan peserta didik dan menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Assessment yang efektif juga merupakan bagian integral dari rencana pembelajaran yang baik. Assessment yang efektif akan membantu guru untuk menilai sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, sehingga guru dapat memperbaiki dan menyesuaikan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, merencanakan pembelajaran dan asesmen yang efektif terlebih dulu sebelum melaksanakan pembelajaran paradigma baru merupakan hal yang penting untuk membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan hasil/prestasi belajar peserta didik.

Dalam bentuk dokumen apa perencanaan pembelajaran paradigma baru perlu diwujudkan oleh guru? 

Jawaban: 

Dalam bentuk dokumen apa perencanaan pembelajaran paradigma baru perlu diwujudkan oleh guru tergantung pada kebijakan dan standar yang ditetapkan oleh sekolah atau lembaga pendidikan dimana guru tersebut mengajar. Namun, secara umum, perencanaan pembelajaran paradigma baru perlu diwujudkan oleh guru dalam bentuk dokumen yang disebut dengan Modul Ajar. Modul ajar merupakan dokumen yang menjelaskan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, serta asesmen yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Modul Ajar biasanya terdiri dari beberapa bagian, yaitu: 

a. Capaian pembelajaran: Tujuan pembelajaran merupakan standar yang harus dicapai oleh peserta didik pada akhir proses pembelajaran. 

b. Materi pembelajaran: Materi pembelajaran merupakan kompetensi dasar yang akan diajarkan oleh guru. 

c. Metode pembelajaran: Metode pembelajaran merupakan cara yang akan digunakan oleh guru dalam menyajikan materi pembelajaran kepada peserta didik. 

d. Asesmen: Asesmen merupakan proses penilaian terhadap hasil belajar peserta didik yang akan digunakan oleh guru untuk menilai sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 

Dengan demikian, Modul Ajar merupakan dokumen yang penting bagi guru dalam merancang dan menyusun pembelajaran paradigma baru agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan hasil/prestasi belajar peserta didik. 

Mengapa guru perlu juga menyiapkan asesmen (diagnostik, formatif, atau sumatif) sebelum melaksanakan pembelajaran?

Jawaban: 

Guru perlu menyiapkan asesmen sebelum melaksanakan pembelajaran karena asesmen memiliki beberapa tujuan penting yang dapat membantu guru dalam mengelola pembelajaran dengan lebih efektif. Beberapa di antaranya adalah: 

a. Menentukan tingkat kemampuan awal siswa: Asesmen diagnostik atau awal dapat membantu guru menentukan tingkat kemampuan awal siswa sebelum memulai pembelajaran, sehingga guru dapat menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. 

b. Mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan siswa: Asesmen formatif atau selama pembelajaran dapat membantu guru mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan siswa selama proses pembelajaran, sehingga guru dapat memberikan bantuan tambahan kepada siswa yang membutuhkan dan meningkatkan pembelajaran siswa yang lebih kuat. 

c. Menilai hasil pembelajaran siswa: Asesmen sumatif atau akhir dapat membantu guru menilai hasil pembelajaran siswa setelah pembelajaran selesai. Ini dapat membantu guru menentukan apakah siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 

Dengan demikian, asesmen memiliki peran penting dalam membantu guru mengelola pembelajaran dengan lebih efektif dan membantu siswa dalam belajar dengan lebih efektif pula. 

Menurut Anda, seperti apa gambaran perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan asesmen yang telah Anda buat untuk melaksanakan pembelajaran mikro (micro teaching) berbasis pembelajaran paradigma baru? 

Jawaban: 

Berikut adalah gambaran umum perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan asesmen untuk melaksanakan pembelajaran mikro (micro teaching) berbasis pembelajaran paradigma baru: 

a. Perencanaan asesmen: 

 Tentukan tujuan pembelajaran dan indikator keberhasilan.

 Pilih jenis asesmen yang sesuai (diagnostik, formatif, atau sumatif). 

 Tentukan metode asesmen yang akan digunakan (tes tertulis, observasi, wawancara, dll.). 

 Buat soal atau instrumen asesmen yang valid dan reliable. 

b. Pelaksanaan asesmen: 

 Sampaikan instruksi dan petunjuk asesmen kepada siswa. 

 Lakukan asesmen sesuai dengan rencana yang telah dibuat. 

 Pastikan asesmen dilakukan dengan obyektif dan tidak ada diskriminasi terhadap siswa. 

c. Pengolahan asesmen: 

 Analisis hasil asesmen dengan menggunakan skala atau rubrik yang telah ditetapkan. 

 Tentukan tingkat keberhasilan siswa berdasarkan hasil asesmen. 

 Buat laporan hasil asesmen untuk dikomunikasikan kepada siswa dan orang tua/wali siswa. 

 Gunakan hasil asesmen untuk mengajukan rencana tindak lanjut bagi siswa yang membutuhkan bantuan tambahan atau untuk meningkatkan pembelajaran siswa yang lebih kuat

Rabu, 15 Februari 2023

Paradigma Pribadi Peserta Didik (Growth Mindset dan Fixed Mindset)

 


Growth mindset adalah pola pikir bahwa seseorang memiliki keyakinan yang mendasar bahwa pembelajaran dan kecerdasan mereka dapat tumbuh seiring waktu, upaya dan pengalaman. Jika kita berusaha maka kita yakin akan berhasil. Pola pikir yang terbuka terhadap informasi. Setiap orang yang memiliki pola pikir ini akan selalu mencari positif. Jika kita memiliki pola pikir growth mindset, kita akan selalu berusaha untuk belajar dan mengembangkan diri. Kita juga akan dapat belajar dari umpan balik yang diberikan orang lain. Kita akan melihat umpan balik sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan diri.

Fixed Mindset yaitu pola piker bahwa seseorang tidak percaya bahwa mereka dapat mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan dan bakat mereka. Mereka juga percaya bahwa bakat saja yang mengarah pada kesuksesan dan tidak diperlukan untuk mencapai sebuah keberhasilan.

Orang-orang dengan pola pikir fixed mindset tidak akan merasa aman. Mereka tidak suka menghadapi tantangan dan mudah menyerah terhadap tantangan yang dihadapi. Mereka akan melihat bahwa upaya yang dihasilkan hanyalah sebuah sia-sia dan melihat umpan balik sebagai hal negatif. Orang-orang dengan pola pikir fixed mindset mungkin saja berhasil mencapai kesuksesan, tetapi mereka tidak akan mampu mencapai potensi tertinggi yang dimiliki.

Selasa, 14 Februari 2023

Teori Belajar dan Motivasi Belajar


Belajar merupakan suatu proses usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak memiliki sikap menjadi bersikap benar, dari tidak terampil menjadi terampil melakukan sesuatu.

2.  Teori belajar dilihat dari barbagai sudut pandang ada 3 yaitu:

 a) Behaviorisme (behaviorisme) 

Teori Behaviorisme merupakan perubahan tingkah laku karena pemberian stimulus dan respons. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulan) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon). Stimulan tidak lain adalah lingkungan belajar, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan tanggapan adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik terhadap stimulan. Implementasi pada teori saat ini bisa dilakukan dengan mempersembahkan latihan soal secara berualang-ulang agar menjadi kebiasaan.

b) Sosial-Cognitivsm 

Teori pembelajaran yang dapat menciptakan suatu pembelajaran ketika seseorang dapat mengamati dan dapat meniru perilaku yang didapat dari lingkungan. Teori ini menghubungkan antara faktor lingkungan, perilaku dan faktor kognitif dalam proses pembelajarannya, Implementasi dari teori ini saat ini mendorong diskusi berdasarkan apa yang diajarkan oleh guru lalu menjelaskan materi kembali di depan kelas dan mengajak siswa lainnya untuk mengajukan pertanyaan.

c) Teori Konstruktivisme 

Teori yang membahas bahwa pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pemahaman berkembang semakin dalam dan kuat apabila selalu diuji oleh berbagai macam pengalaman baru. Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide, yaitu siswa harus mengurai pengetahuan di benak mereka.Implementasi dari teori ini siswa diberi penjelasan untuk menyelesaikan berdasarkan pengalaman.

 

3.   Motivasi belajar (berdasarkan kebutuhan, tujuan,  minat emosi , keterampilan regulasi diri).

a) Motivasi belajar berdasarkan kebutuhan

Menurut Abraham Maslow motivasi menyebabkan perilaku yang diarahkan pada tujuan. Melalui motivasi, manusia bisa diarahkan untuk kebutuhan tertentu. Kebutuhan tersebut disusun sesuai skala prioritas. Dari teori tersebut manusia melakukan kegiatan belajar karena ada kebutuhan tertentu yaitu untuk mempelajari hal yang tidak terampil menjadi terampil dengan tujuan melatih keterampilan atau menambah pengetahuan.

b) Motivasi belajar berdasarkan tujuan

Motivasi belajar yang dibutuhkan untuk tujuan menggerakkan atau menggugah seseorang agar secara sadar dan sengaja timbul keinginan dan kemampuannya untuk melakukan kegiatan belajar sehingga dapat memperoleh hasil dan mencapai tujuan yang diinginkan.

c) Motivasi belajar berdasarkan emosional – minat

Emosi membuat seseorang merasakan senag, sedih, cemburu, cinta, aman, takut, semangat dan sebagainya. sedangkan motivasi menyebabkan seseorang melakukan sesuatu dan bertahan dalam melakukanya dan ditandai dengan timbulnya reaksi dan perasaan untuk mencapai tujuan. Dua hal tersebut sangat berpengaruh apabila kita ingin belajar harus memiliki motivasi dan minat emosional agar ketika melakukan kegiatan pembelajaran kita tahu tujuan dan dalam pelaksanaannya perasaan senang dan tidak tertekan.

d) Motivasi belajar berdasarkan keterampilan regulasi diri

Regulasi diri memiliki peranan penting dalam diri karena memiliki regulasi diri yang dikatakan tinggi maka individu akan mampu mengendalikan fikiran, perasaan, dorongan dan hasrat dari ransangan luar diri agar sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dan cita-cita.

Dalam hal pembelajaran, regulasi diri akan membantu individu atau siswa dalam mengendalikan fikiran, dorongan, dorongan dan keinginan eksternal dalam menempuh cita-citanya. Lebih jauh regulasi diri dapat mengendalikan motivasi individu dalam belajar meskipun kondisi sosial memberikan pengaruh negatif.

Selasa, 07 Februari 2023

Gerakan Transformasi Ki Hadjar Dewantara dalam Perkembangan Pendidikan Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan


Ki Hadjar Dewantara adalah putra seorang bangsawan Kanjeng Pangeran Harjo Surjaningrat, putra Kanjeng Gusti Pangeran Hadipati Hardjo Surjosasraningrat yang bergelar Sri Paku Alam III. Ki Hadjar Dewantara sangat berpengaruh di dalam dunia pendidikan. Hal ini didasari atas terabaikannya pendidikan dalam masa penjajahan Belanda (dan juga Jepang). Pemerintah penjajah tahu persis bahwa upaya serius mencerdaskan bangsa terjajah merupakan upaya yang berbahaya sebab bisa  mengancam stabilitas pemerintahannya kelak. Oleh karena itu, jalan terbaik yang menguntungkan mereka adalah “membatasi” sarana pendidikan dan kesempatan menimba ilmu bagi generasi Indonesia. Dengan demikian, generasi muda Indonesia tidak terbuka pemikirannya ke arah kemerdekaan.

Pada masa kolonial, sistem pendidikan di buat sesuai dengan harapan dan kepentingan mereka. Pemerintah kolonial mendesain sedemikian rupa agar bangsa Indonesia melupakan, merendahkan diri dan martabat bangsanya sendiri. Namun Ki Hadjar Dewantara memahami betul ke mana arah pendidikan pemerintah Kolonial itu. Maka ia bercita-cita meningkatkan kesadaran generasi muda untuk menegaskan derajat dan martabat bangsanya.Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan adalah daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelek) dan tubuh anak, dalam rangka kesempurnaan hidup dan keselarasan dengan dunianya. Pendidikan itu membentuk manusia yang berbudi pekerti, berpikiran (pintar, cerdas) dan bertubuh sehat.

Konteks penalaran atas konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara di atas, pendidikan adalah upaya pemanusiaan manusia secara manusiawi secara utuh dan penuh ke arah kemerdekaan lahiriah dan batiniah. Maka pendidikan harus bersentuhan dengan upaya-upaya konkret berupa pengajaran dan pendidikan. Sehingga menurutnya, pengajaran adalah upaya memerdekakan aspek badaniah manusia (hidup lahirnya). Sedangkan pendidikan adalah upaya memerdekakan aspek batiniahnya yaitu penalaran atas makna budi pekerti yang bernuansa kesahajaan sebagai pribadi yang cerdas.

Ki Hadjar yakin bahwa bila kemerdekaan adalah hal terpenting dalam kehidupan manusia, pendidikan adalah cara untuk mencapai atau memilikinya. Mendidik anak manusia haruslah berangkat dari pengakuan pada keunikan dan penghormatan pada potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Segala alat, usaha dan cara pendidikan harus sesuai dengan kodratnya keadaan. Konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantoro sangat revolusioner untuk mewujudkan manusia yang berbudi. Pendidikan menjadi ujung tombak utama untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia. Sehingga hal ini harus diperhatikan bersama dan dikembangkan bersama agar terwujudnya masyarakat yang merdeka dan terbuka dengan perkembangan zaman yang pesat.

Rabu, 17 Februari 2021

Virus Corona?

 Ada apa dengan virus Corona?



Baikklah, kali ini saya akan membahas tentang virus corona yang sedang ngehits diseluruh dunia ehehe.. Kau tau teman-teman? Virus Corona ternyata telah mengajarkan kita agar kita tidak sombong dan congkak. Iya, iya saya tau bahwa manusia adalah ciptaan Allah SWT yang paling sempurna. Tapi manusia itu terlalu lupa jika hidupnya selalu berdampingan dengan makhluknya Allah lainnya yang sama-sama diberikan rohman dan rohimnya. 


Virus merupakan makhluk peralihan artinya jika virus tidak menempel di sel inang maka ia mati, namun jika menempel pada sel inang, virus tersebut akan hidup dan beregenerasi menjadi bertambah banyak. Virus mempunyai ukuran sekitar 0,1 mikrometer, sedangkan manusia dewasa rata-rata berukuran 1,6 meter. Virus itu merupakan subseluler artinya lebih kecil dari satu sel, sedangkan manusia tubuhnya terdiri hampir 100.000.000.000 sel. Tapi jangan salah teman-teman, virus itu meskipun lebih kecil dari sel tetapi kehebatannya perlu kita acungi jempol. Dengan tubuhnya yang merupakan subseluler, virus mampu mengambil alih kendali mesin sel yang ada di tubuh kita. Dan saat itu, virus akan membuat salinan DNA dan RNAnya dan membuat protein virus di dalam tubuh yang nantinya akan menyalin dirinya sendiri menjadi semakin banyak dan dapat menginfeksi seluruh tubuh yang dihinggapi virus tersebut. 


Lantas apasih virus corona itu? Virus corona adalah sekumpulan virus dari subfamily Orthocoronavirinae masuk dalam keluarga Coronaviridae dan Ordo Nidovirales. Kelompok virus ini adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mamalia (termasuk manusia). Virus ini sangat luar biasa sekali, dan wabah yang sekarang terjadi merupakan masalah serius. Virus corona ini adalah virus beramplop dengan genom RNA utas tunggal plus dan nukleokapsid berbentuk heliks simetris. Jumlah genomnya itu berkisar 27-34 pasangan basa, dan ini adalah terbesar diantara virus RNA lainnya. Dan apakah kamu tau? Virus RNA merupakan virus dengan tingkat mutasi lebih tinggi dari virus DNA.


“Tapi vik, semua itu sudah diatur sama Allah. Jadi ya udah sih ngga usah dipikir pusing. Yang penting berdoa aja terus agar Allah selalu melindungi kita.” Oh… kamu itu orang Jabariyah ternyata (menyerahkan total semuanya kepada Allah tanpa usaha). “Hah? Jabariyah? Jabariyah itu apa?” Jadi, Jabariyah adalah aliran yang memiliki paham bahwa kita sebagai manusia harus menerima atas hidup yang sudah ada pada qada’ qadar yang sudah ditulis di lahul Mahfud. Pendiri Jabariyah adalah Jaham bin Shofwan, beliau berpendapat bahwa setiap hidup manusia sudah ditentukan oleh takdir dan manusia terpaksa untuk menerimanya. Manusia hanya bisa menerima keadaan dan tanpa memiliki pilihan ataupun usaha dalam hidupnya. “Kalo aku sih bodoamat vik.. Tetep berpergian kemana aja. Ya, anggep aja liburan mumpung kuliah online ngga tatap muka ahahah” Oh… kamu itu orang Qadariah (free-will) ternyata yah.. "Qadariah apa vik?" Nah jadi Qadariah adalah aliran yang menganggap bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatannya tidak melibatkan Allah SWT.


Tolong deh.. ini itu masalah serius. Virus corona ini mudah menulari siapa saja yang dihinggapnya. Untuk menginfeksi, virus corona ini menggunakan lapisan protein berbentuk tanduk yang runcing (spike) guna mengikat membran sel inang dengan mengaktivasi enzim furin. Analisis genom dari SARS-CoV-2 telah mengungkapkan bahwa protein lapisan tanduk yang bisa mengaktivasi furin ini membedakannya dengan kerabat dekat mereka yang memicu SARS ataupun MERS. Masalahnya, furin banyak ditemukan dibanyak jaringan manusia, termasuk paru-paru, hati, dan usus kecil. Dan Li Hua, ahli biologi structural di Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, Wuhan, China berkata “Ini berarti virus corona berpotensi menyerang banyak organ” dengan melihat pernyatan tersebut, maka kita dapat mengerti bahwa virus ini sangat berbahaya untuk tubuh kita. Jadi, jangan sok-sokan kuat, sok-sokan masih muda masih mempunyai system imun yang bagus, jangan sok-sokan hebat. Tapi juga jangan pasrah-pasrah saja anggap semua ini sudah takdir tanpa kita berusaha untuk menekan wabah virus ini.


Seharusnya yang kita lakukan saat ini adalah tetap berusaha menjaga diri agar tidak terpapar virus tersebut dan berdoa agar selalu dilindungi oleh Allah SWT. Yang katanya aswaja harusnya ngerti, Aswaja itu berimbang ditengah-tengah. Doa dan ikhtiar (usaha) berjalan beriringan jangan sampai timpang sebelah. Jangan hanya pasrah-pasrah saja berserah diri pada Allah dan melalaikan berikhtiar (berusaha). Lantas apa saja yang dapat kita lakukan untuk menekan persebaran virus corona tersebut? Menurut WHO (World Health Organization) cara mencegah penularan virus corona adalah dengan menerapkan hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan. Diantaranya adalah cuci tangan sesering mungkin, terapkan social distancing, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut, dan jika mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas segeralah berobat. Selain itu, kita juga jangan hanya percaya ikhtiar (usaha) semata sehingga menafikkan pentingnya doa. 


Karna apa? “Kecangihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan dapat mengetahui hebatnya virus ketika sedang bekerja. Tapi kecanggihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan tidak dapat mengetahui kedahsyatan doa ketika bekerja” jadi tetaplah berdoa. Ikhtiar (usaha) dan tawakal (berdoa) harus proporsional ya teman-teman, jangan terlalu kepedean. Yang kita hadapi adalah makhluk subseluler yang hanya bisa dilihat menggunakan mikroskrop elektron tapi dapat merenggut nyawa seseorang. Jadi jangan sombong dan congkak sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna sejagad raya ini. Tetaplah rendah hati dan jangan lupa bersyukur ehehe


Terimakasih sudah membaca :)

Silahkan komentarnya..


Ditulis oleh: Vika Rachmania Hidayah 🌸


Minggu, 20 September 2020

Transformasi Islam: Struktur sosial masyarakat Arab pra Islam

Struktur sosial masyarakat Arab pra Islam

Beberapa sejarahwan melihat bahwa kota Makkah berada dalam posisi yang strategis dalam jalur perdagangan. Posisi strategis kota Makkah ini menjadikan kota Makkah mengalami perkembangan yang pesat dalam konteks ekonomi. Namun demikian secara ekonomi, struktur ekonomi masyarakat Arab Islam itu di dominasi oleh pedagang. Lazimnya para pedagang, pastinya mempunyai semangat akumulasi kekayaan atau yang sering kita sebut sebagai semangat kapitalistik. Selain secara ekonomi yang didominasi oleh segelintir pedagang, segelintir orang kaya, secara politik juga masyarakat Makkah dikuasai oleh segelintir elit. Sehingga dapat dikatakan bahwa masyarakat Makkah dikuasai oleh para oligarki-oigarki seperti saat ini pada sistem ekonomi poitik kita yang dikuasai oleh segelintir orang saja. Karena sebagian besar kekayaan bangsa ini dimiliki hanya oleh sebagian kecil oleh orang-orang bangsa ini. Demikian juga dalam konteks politik, bahwa bangsa besar seperti bangsa Indonesia ini hanya ditentukan oleh segelintir elit saja. 

Segelintir elit politik dan segelintir elit pemilik kapital di kota Makkah saat itu mendominasi dan mempengaruhi proses-proses pengambilan keputusan masyarakat kota Makkah. Jika kita melihat dari stratifikasi sosial masyarakat Arab terlihat sekali bahwa masyarakat Arab dikelompokkan dalam kelas-kelas tertentu. Dan kelas-kelas ini membuat hirarki secara sosial. Kelas-kelas tersebut diantaranya bangsawan dan pedagang kaya (posisi tertinggi), kemudian mawali dan yang paling bawah dalam struktur sosial masyarakat Arab adalah para budak. Secara sistem kekeluargaan, masyarakat Arab waktu itu menganut sistem patrilineal (garis keturunan ayah). Selain patrilineal, masyarakat Arab juga patriakal, yang artinya: di dalam masyarakat Arab kala itu, menganut bahwa laki-laki memiliki kedudukan lebih tinggi dari perempuan dan semua kebijakan dalam keluarga maupun masyarakat ditentukan oleh laki-laki. Sebaliknya, bangsa Arab menganut bahwa perempuan mempunyai kedudukan sangat rendah bahkan mereka dianggap sebagai objek. Hal ini dapat kita lihat dengan tradisi-tradisi yang membenci perempuan seperti tradisi membunuh bayi perempuan, poligami tanpa batas, perempuan sebagai objek karena perempuan dapat diwariskan, ketika laki-laki menceraikan perempuan: mereka bisa rujuk kapan saja dan berapa  kali saja tanpa batas, selain itu juga terdapat praktek-praktek kekerasan terhadap perempuan. Dari sini kita dapat membayangkan kondisi sosialnya, bagaimana sistem keluarganya, lalu bagaimana pola relasi antara laki-laki dan perempuan di dalam struktur masyarakat Arab waktu itu.

Transformasi Islam: Konteks sejarah munculnya Islam

Konteks sejarah munculnya Islam

Perlu kita ingat, bahwa Islam hadir atau muncul bukan dalam ruang kosong. Artinya, bahwa Islam hadir dalam konteks ruang dan waktu tertentu atau dalam bahasa lain dapat dikatakan bahwa Islam hadir dalam kondisi sejarah tertentu, dalam kondisi masyarakat tertentu. Melihat konteks waktu, Islam muncul tau hadir pada abad ke 6 Masehi. Hal ini menunjukan bahwa Islam hadir dalam sekian abad yang lalu dari kehidupan kita. Jika melihat konteks ruang, Islam muncul dalam struktur sosial, struktur  ekonomi, struktur politik atau dalam pola budaya masyarakat tertentu yang telah melembaga. Yang dimaksud bahwa Islam muncul dalam konteks ruang dan waktu tertentu artinya bahwa Islam pada waktu itu muncul dalam konteks masyarakat Makkah atau masyarakat Arab yang memiliki sistem ekonomi, sistem politik dan pola budaya tertentu. Dan melihat kemunculan Islam dalam konteks sejarah dan melihat bagaimana Islam dalam sejarahnya penting sekali, karena dengan begitu kita dapat menemukan semangat atau spirit yang diusung Islam pada saat itu. Pembelajarn Islam pada masa itu, pada awal-awal munculnya Islam saat itu penting sekali untuk kita refleksikan di dalam konteks kita saat ini.



Pendidikan Indonesia dalam Penguatan Nilai-Nilai Pancasila

Pendidikan telah menjadi bagian hidup dari setiap orang yang memiliki kedudukan penting. Dalam hal ini mengacu pada kepentingan bagaimana m...